DevArt
"Maka berlumba-lumbalah engkau sekalian untuk mengerjakan berbagai kebaikan."
(al-Baqarah, 2 : 148)
..:: ما أحلى الدين الإسلامي ::..

Perjalanan hidup..

sumber: dakwah.info
Dengan Nama Allah Maha Pemurah Maha Penyayang

Dalam melalui kehidupan kadang-kadang terasa ke mana sebenarnya halatuju hidup ini. Bangun tidur, kerja, belajar, makan,sembahyang dan kemudian kembali tidur. Begitulah kitaran hidup kita seharian. Perkara-perkara ini menjadi rutin harian sehinggakan ia hanya sekadar menjadi adat tapi amat jauh sekali dari nilai-nilai ruhi yang mengantarkan semua ini kepada bentuk-bentuk peng'abdian kita kepada Pencipta.Hakikatnya, kemana sebenarnya kehidupan ini dilayarkan dan apakah jalan menuju ke arah tempat yang dituju? Inilah antara persoalan yang jarang difikirkan antara kita.

Ya..mungkin dengan tidak memikirkan persoalan-persoalan di atas akan menyebabkan kita merasakan hidup ini lebih bebas dan tidak rungsing.Bagi seorang muslim yang bergelar mukmin,dia sangat jelas dengan hakikat kehidupan ini. . Dia enggan dirinya daripada hanya di bawa arus yang kabur halatujunya. Firman Allah swt:

"Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai."(Ar-Rum,30:7)


Sejarah kita....

Mari sama-sama kita imbas kembali sejarah kehidupan kita, yang mana tidak tersimpan oleh memori otak kita, tetapi telah dirakamkan oleh Allah Ta'ala di dalam Al-Quran,dalam Surah Al-'Araf ayat ke 172:

"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)"


Jelas sekali sejak alam Ruh lagi kita telah melakukan penyaksian terhadap ketauhidan Allah Ta'ala. Maka ikrar ini terus digenggam oleh kita sehinggalah lahirnya kita ke dunia ini. Ibaratnya seorang Tuan membebaskan hambanya dengan syarat akan terus mengaku ketuanan tuannya tersebut. Saat demi saat,minit demi minit ,jam demi jam dan hari demi hari, masa silih berganti tetapi bagaimanakah dengan ikrar kita tadi, adakah masih tertancap kuat di dalam hati kita? Yang merisaukan kita, ikrar hanya tinggal kenangan..

Matlamat Kita

Manifestasi dari ikrar kita dan perlepasan kita ke dunia mempunyai dua matlamat yang jelas:
1. Pengabdian diri kepada Allah (51:56)
2. Menjadi khalifah di muka bumi Allah(2:30)

Jelas skali hidup ini bermatlamat, walaupun terasa adakah benar-benar hidup ini ditargetkan ke arah matalamat ini.
Walaubagaimanapun, kita perlu sentiasa bermuhasabah dalam memastikan hidup ini terarah bukannya hilang arah.
Ibarat permainan bola yang mana matlamatnya adalah menjaringkan gol dan mempunyai pemain yang bermatlamat ke arah itu..
Tetapi hakikatnya.. hidup lebih besar daripada itu, hidup sebagai seorang hamba yang bermatalamatkan redha Penciptanya.

Kita tidak dibiarkan

Ingatlah sekeras-keras ancaman-NYa, sedahsyat-dahsyat azab-Nya, sebesar-besar murka-Nya didahului dengan nama-Nya Yang Maha Penyayang, Maha Pemurah dan Maha Pengampun.

Ibarat 'engineer' mencipta robot, 'pharmacist' menyediakan ubat kepada pesakit dan 'doctor' men'diagnose' penyakit pesakitnya, ada panduannya yang tertentu,begitulah juga kehidupan ini...
Sebenarnya kita tidak dibiarkan...malah kita yang membiarkan kerana tidak mencari.
Firman Allah swt:

"Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar," (Al-Israa',17:9)

Sabdaan Rasulullah saw: "Aku tiggalkan kepadamu dua perkara tidak akan selama-lamanya kamu sesat sekiranya kamu berpegang dengan keduanya, kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya."


Ayuh kita..

Matlamat telah ditetapkan,panduan telah diberikan.Yang tinggal hanyalah kita..
Ketahuilah diri kita adalah penentu dalam hal ini, penentu dalam menentukan jalan hidup kita.
Jalan kebaikan atau jalan keburukan.. tepuk dada tanyalah iman :)

"maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya"(As-Syams,91:8-10)

To be continued..


Al-faqir ila rabbihi
mujahid cinta

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...